Esai, Kilas  

Perkuat Kemandirian Ekonomi, BUMDes As-Salam Desa Asembagus Luncurkan Unit Usaha Minimarket

Dorong kemandirian fiskal dan serap tenaga kerja, unit usaha ini siap wadahi produk UMKM lokal.

Zainul Arifin
BUMDes As-Salam Desa Asembagus Luncurkan Unit Usaha Minimarket

Asembagus, Kolom Cipta Desa – Pemerintah Desa Asembagus melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) As-Salam melakukan terobosan strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes). Langkah konkret ini diwujudkan dengan mendirikan unit usaha Minimarket yang bertujuan membangun kemandirian fiskal desa serta mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat maupun daerah.

Kehadiran Minimarket BUMDes As-Salam ini bukan sekadar entitas bisnis semata, melainkan wujud nyata kedaulatan ekonomi desa. Selain berorientasi profit untuk desa, minimarket ini dirancang untuk membuka lapangan kerja baru dan menjadi etalase bagi produk-produk lokal.

Wadah Bagi Pelaku UMKM Lokal
Unit usaha ini membuka akses pasar seluas-luasnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Asembagus.

Salah satu karyawan Minimarket, Firda, menjelaskan bahwa toko ini mengusung konsep kolaborasi dengan warga.

“Minimarket ini selain menjual barang-barang kebutuhan pokok, juga membantu memasarkan produk UMKM Desa Asembagus seperti produk makanan ringan, makanan olahan, serta kerajinan lainnya,” jelas Firda.

Senada dengan hal tersebut, Sutrisno, karyawan BUMDes As-Salam yang ditemui pada Kamis (29/01/2026), menegaskan bahwa warga dapat menitipkan produknya dengan standar kualitas yang terjaga.

“Dari sini pelaku UMKM bisa ikut memasarkan produk yang memenuhi kriteria, semisal mengantongi sertifikasi halal dari MUI, izin edar BPOM, dan laik sehat untuk makanan. Di samping itu, keberadaan minimarket juga diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Sutrisno.

Dorong Digitalisasi Keuangan

Demi menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan ritel yang ketat, manajemen yang profesional menjadi kunci. Sutrisno berharap ke depannya sistem pengelolaan keuangan dan barang di Minimarket As-Salam dapat diperkuat dengan teknologi digital.

Ia menekankan pentingnya adopsi aplikasi Point of Sales (POS) yang mencakup fitur neraca keuangan, stok barang, dan laporan real-time.

“Hal ini penting, sebab selain strategi promosi yang tepat, pengelolaan keuangan yang profesional sangat menentukan keberlanjutan usaha ritel,” tambahnya.

Satu-satunya di Kecamatan Asembagus

Kepala Desa Asembagus, Ahmad Sani, memberikan apresiasi sekaligus pesan penting bagi pengelola BUMDes. Ia mengingatkan bahwa tantangan di bisnis ritel cukup besar mengingat kompetitornya adalah toko modern berjejaring yang memiliki merek kuat dan rantai pasok terintegrasi.

“Saya berharap para pengurus BUMDes dan karyawan bisa terus belajar menambah wawasan. Pesaing kita adalah toko modern yang sudah mapan,” pesan Ahmad Sani.

Meski demikian, Ahmad Sani optimis kehadiran Minimarket As-Salam mampu menggerakkan roda perekonomian warga. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena BUMDes As-Salam menjadi pelopor bisnis ritel modern di tingkat kecamatan.

“Dari 10 desa di wilayah Kecamatan Asembagus, cuma satu BUMDes yang bergerak dalam usaha Minimarket, sementara sembilan desa lainnya memiliki lapangan usaha berbeda sesuai potensi masing-masing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *