Musdes RKP Desa Kesambirampak 2027: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Perbaikan Jalan Karisma Hingga Kesiapan Pilkades Jadi Sorotan

Redaksi
Musdes Kesambirampak
Kepala Desa Kesambirampak, Legiono, saat memberikan sambutan dan arahan dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027, Selasa malam (21/7/2026).

Kesambirampak, Kolom Cipta Desa — Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, resmi menyelenggarakan dan memimpin Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027 pada Selasa malam (21/7/2026). Forum tertinggi perencanaan desa ini menjadi pijakan awal dalam memetakan arah pembangunan, perbaikan infrastruktur, pemutakhiran data bantuan sosial, hingga persiapan agenda politik lokal serentak.

Dimulai pukul 18.30 WIB, musyawarah resmi pertama di tahun 2026 ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Kesambirampak yang dipimpin Kepala Desa Legiono beserta jajaran perangkat dan staf desa. Turut hadir Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Kapongan Rocky Syahbana, Babinsa, Bhabinkamtibmas Tim Penggerak PKK, LPM, pengurus RT/RW, kader posyandu, KPM Stunting Desa, serta Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Kapongan.

Kepala Desa Kesambirampak, Legiono, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen desa untuk tetap optimistis dan menjaga semangat gotong royong, meskipun Dana Desa (DD) yang diterima desa mengalami penurunan drastis. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas bagi warga.

“Musdes kali ini menjadi momen penyegaran bagi kita semua karena merupakan kegiatan musdes pertama di tahun ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai dasar penyusunan anggaran pembangunan tahun mendatang. Meskipun anggaran terbatas, mari kita tetap bersemangat memberikan pandangan dan usulan terbaik,” ujar Legiono.

Legiono membeberkan salah satu prioritas fisik yang perlu menjadi perhatian bersama pada tahun 2027, yakni perbaikan Jalan Karisma di Dusun Karang Malang yang menjadi akses jalan penghubung menuju Jalan Nasional Pantura. Selain infrastruktur, ia menyoroti pentingnya pemutakhiran data penerima manfaat bantuan sosial (Desil) agar penyalurannya tepat sasaran.

“Meskipun Dana Desa tahun ini hanya di kisaran Rp373 juta, hal itu tidak akan menyurutkan semangat kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat desa, khususnya di bidang pembangunan,” tegas Yoyon, sapaan akrab Kades Kesambirampak tersebut.

Ia juga mendorong seluruh masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan usulan atau aspirasi pada forum Musdes tersebut.

“Tindak lanjut dari Musdes ini adalah Musrenbang Desa yang direncanakan paling lambat bulan September mendatang. Kami memohon dukungan dan kesabaran masyarakat untuk terus menyampaikan evaluasi, pandangan, serta solusi kepada Pemerintah Desa agar kinerja pelayanan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Kapongan, Rocky Syahbana, memberikan apresiasi atas kekompakan Pemdes Kesambirampak dan kesiapan BPD dalam menyelenggarakan Musdes. Ia menegaskan bahwa RKP Desa merupakan penjabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa yang menjadi nadi utama perencanaan.

Rocky juga menyampaikan informasi strategis terkait konstelasi politik lokal di Kabupaten Situbondo pada tahun 2027 mendatang. Dari 115 desa di Situbondo, seluruh desa di Kecamatan Kapongan dijadwalkan melangsungkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bersandingan dengan Pemilihan Anggota BPD pada tahun 2027.

“Sekitar Rp6,5 miliar alokasi Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK) disiapkan untuk Pilkades serentak tahun 2027. Dan di Kecamatan Kapongan, seluruh desa akan melaksanakan Pilkades,” ungkap Rocky.

Meskipun saat ini berada dalam kondisi efisiensi anggaran, Rocky mengimbau agar Pemdes dan warga tidak patah semangat untuk terus merencanakan kegiatan pembangunan di desa.

“Oleh karena itu, perencanaan harus matang agar pelaksanaan pembangunan sempurna. Kita juga harus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes),” jelas Rocky.

Selaku pimpinan forum Musdes, Ketua BPD Desa Kesambirampak, Abdus Somad, memaparkan bahwa draf RKP Desa tidak disusun secara sepihak. Sebelum Musdes digelar, BPD bersama Pemdes telah memfasilitasi Musyawarah Dusun (Musdus) pada bulan Juni lalu di seluruh 6 dusun di Kesambirampak untuk menyerap aspirasi warga dari tingkat akar rumput.

“Hasil Musdus di 6 dusun tersebut menjadi acuan utama kami selain dokumen RPJM Desa dan hasil evaluasi RKP Desa tahun sebelumnya. Pembahasan malam ini juga memperhitungkan alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa dan Pemilihan Anggota BPD tahun 2027 mendatang,” terang Abdus Somad.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang menyerap berbagai usulan sektoral dari perwakilan warga, dan ditutup secara resmi dengan penandatanganan Berita Acara Musdes RKP Desa Tahun 2027 sebagai wujud kesepakatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *