Tanjung Kamal, Situbondo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 197 Universitas Jember Membangun Desa (UMD) menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Desa ini, yang merupakan salah satu desa dengan populasi terbesar kedua di kecamatan tersebut, memiliki potensi besar di sektor pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Pada Kamis, 8 Agustus 2024, KKN 197 UNEJ memperkenalkan teknologi pertanian inovatif bernama TANDUR (Tugal Ampuh Tingkatkan Durja Rakyat), yang bertujuan mengatasi kekurangan pasokan pupuk subsidi melalui penggunaan pupuk yang lebih efisien. TANDUR dirancang untuk mempermudah distribusi pupuk secara tepat di lahan pertanian, sehingga petani dapat menghemat penggunaan pupuk dan meningkatkan hasil panen.
Acara peluncuran TANDUR berlangsung di Aula Balai Desa Tanjung Kamal dengan kehadiran Kepala Desa, Kepala Dusun, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), Babinsa, pendamping desa, serta para petani yang antusias untuk mengenal teknologi ini lebih dekat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Moch Ashar mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberi solusi praktis untuk petani sekaligus peluang menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. “Kami berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN UMD 197 UNEJ. Semoga TANDUR bisa menjadi solusi yang bermanfaat bagi petani di desa kami,” ujarnya.
Agung, Ketua KKN 197, menjelaskan bahwa TANDUR tidak hanya memudahkan proses pemupukan, tetapi juga membantu petani menghindari penggunaan pupuk berlebihan yang berpotensi merusak lingkungan. “Dengan TANDUR, petani bisa melakukan pemupukan lebih cepat dan nyaman. Alat ini mengurangi risiko sakit pinggang, menghemat biaya, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Agung.
Mahasiswa KKN juga melakukan demonstrasi lapangan di dekat Balai Desa untuk memperlihatkan cara kerja TANDUR secara langsung. Para petani yang hadir tampak antusias mencoba teknologi ini. “Alat ini sangat praktis, kita tinggal tekan saja, pupuknya langsung keluar. Tidak perlu khawatir sakit pinggang lagi,” ujar Slamet, salah satu petani yang mencoba alat ini.
Pelatihan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, di mana para petani berkesempatan berkonsultasi langsung dengan mahasiswa KKN terkait cara penggunaan TANDUR dan teknik pemupukan terbaik. Sebagai bentuk dukungan, mahasiswa KKN 197 memberikan beberapa unit TANDUR kepada petani, kepala desa, dan kepala dusun untuk digunakan sebagai alat percontohan.
Setelah acara selesai, Kepala Desa Tanjung Kamal berharap teknologi TANDUR dapat diterapkan secara luas di seluruh dusun dan berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi antara universitas dan desa dapat terus berlanjut, terutama dalam teknologi yang mendukung kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Mahasiswa KKN 197 UNEJ berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam ketahanan pangan melalui inovasi dan pengabdian masyarakat. Mereka percaya bahwa TANDUR adalah langkah awal untuk membangun pertanian yang maju, efisien, dan berkelanjutan.











